Postingan

Haid Saat Haji, Apakah Boleh Wukuf?

  Ibadah haji tidak dapat dilepaskan dari kegiatan wukuf, yaitu berdiam (hadir) di padang Arafah mulai dari tergelincirnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbitnya fajar shadiq hari Nahar, bahkan wukuf menjadi bagian sentral ibadah haji yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup itu. Wukuf di Arafah termasuk rukun haji berdasarkan riwayat Abdurrahman al-Daili : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجُّ عَرَفَاتٌ فَمَنْ أَدْرَكَ عَرَفَةَ قَبْلَ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda; Haji itu  adalah wukuf di Arafah, maka barang siapa yang telah melakukan wukuf di Arafah sebelum terbit fajar, maka ia sungguh telah menjalankan haji”  (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan lainnya, hadits sahih). Dalam redaksi “al-Hajju Arafat” Syekh Muhammad Abdurrahman al-Mubarakfauri memberi penjelasan : Baca Juga: Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah قَوْلُهُ (الْحَجُّ عَرَفَاتٌ) أَيْ مِ...

Larangan saat Menunaikan Haji dan Umroh

Gambar
  Larangan saat Menunaikan Haji dan Umroh Larangan saat Menunaikan Haji dan Umroh – Pengertian haji secara istilah adalah menyengaja berkunjung ke Baitullah, di Makkah untuk melakukan ibadah pada waktu dan cara tertentu serta dilakukan dengan tertib. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan. Oleh karena itu, seluruh umat Islam harus memahaminya. Macam-macam haji dibagi berdasarkan waktu pelaksanaannya. Hal ini karena setiap jamaah terbagi menjadi beberapa kelompok terbang. Ada yang datang duluan, ada yang datang berdekatan di bulan Zulhijjah. Waktu pelaksanaan ini yang membedakan haji dengan umroh. Kalau umroh bisa kapanpun tanpa ada ikatan waktu, sedangkan haji harus dikerjakan di bulan Syawal, Zulqaidah dan Zulhijjah. Umroh sendiri merupakan ibadah sunah yang memiliki banyak keistimewaan. Terkait pelaksanaan, ada yang mengerjakan umrah terlebih dahulu baru haji, ada yang mengerjakan haji terlebih dahulu baru umroh dan ada yang meniatkan...

Amalan Ketika Hujan Turun

Gambar
  Amalan Ketika Hujan Turun Amalan ketika hujan turun – Pola Pertolongan Allah dengan melakukan amalan terpenting untuk dilakukan seorang Muslim agar memperoleh manfaat dan keberkahan. Amalan tersebut di antaranya berdoa ketika turun. 1. Berdoa saat hujan turun. Adapun Doa yang sesuai hadist:  اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.” [HR. Bukhari 1032]   2. Berdoa kebaikan apapun saat hujan turun. Diantaranya waktu mustajabnya doa adalah di mana saat hujan turun, karena nya disunnahkan kita berdoa bebas untuk kebaikan kita dalam urusan dunia / akhirat sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Ada dua waktu doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan dan doa saat turunnya hujan.” [HR.Hakim 2534, Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ 3.078, hasan] Baca Juga: 10 Travel Umroh Surabaya Terbaik dan Recomended   3. Jika hujan lebat dan khawatir akan membawa bahaya, maka berdoalah agar cuaca kembali menjadi cerah....

Mengenal Sunnah ketika Umroh

Gambar
  Mengenal Sunnah ketika Umroh Mengenal Sunnah ketika Umroh   – Dalam melaksanakannya, terdapat rukun wajib untuk diikuti, di antaranya meliputi niat ihram, thawaf, sai, tahalul, dan tertib. Rukun umroh tidak boleh ditinggalkan karena dapat membuat ibadah yang dilakukan tidak sempurna. Selain rukun umroh, umat Muslim dapat memperhatikan amalan sunnah yang bisa dikerjakan di Tanah Haram. amalan sunnah umroh dapat menjadi penyempurna ibadah, sehingga pahala yang didapat juga lebih besar. namun, apa saja amalan sunnah yang perlu dilakukan? Amalan Sunnah Umroh sesuai anjuran Rasulullah SAW  Jika melaksanakan sunnah umroh, maka akan mendapat pahala. Jika ditinggalkan, maka tidak perlu membayar dam atau denda. Beberapa amalan sunnah yang bisa dikerjakan yaitu sebagai berikut: 1. Mandi Ihram  Sunnah dalam umroh yang pertama yaitu mandi ihram. Mandi sunnah ini dikerjakan sebelum pergi ke Miqat dan berihram, bersihkan tubuh sampai tidak ada kotoran yang menemp...

Hukum Mewakilkan Haji Orang yang Sudah Meninggal

  Hukum Mewakilkan Haji Orang yang Sudah Meninggal Hukum Mewakilkan Haji Orang yang Sudah Meninggal – Ibadah Haji merupakan ibadah yang sangat didambakan bagi umat Islam. Selain besarnya pahala dan hikmah yang didapatkan, ibadah Haji juga dapat menjadi penyempurna keislaman seorang muslim. Namun lamanya antrean keberangkatan Haji dan biaya yang besar bisa menjadi hambatan bagi seorang muslim untuk melaksanakan ibadah Haji. Bahkan tidak jarang banyak orang yang belum bisa menunaikan ibadah Haji sampai akhir hayatnya. Kejadian seperti ini pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW, yang kemudian menjadi hukum baru dalam pelaksanaan ibadah Haji, yaitu Haji Badal. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. Yang artinya: “Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Rasulullah bertanya, “Rasulullah! Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajik...

Berapa kali Rasulullah Ibadah haji dan umrah?

Gambar
  Berapa kali Rasulullah Ibadah haji dan umrah? Ibadah haji dan umrah merupakan bentuk ibadah yang juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Terlebih lagi, ibadah haji diwajibkan bagi muslim yang mampu setelah beliau menerima perintah dari Allah SWT melalui malaikat Jibril dan menjadi salah satu rukun Islam. Berapa kali Rasulullah SAW berhaji dan umrah setelah Islam datang? Bila kita membahas tentang amalan haji dan umrah yang dilakukan Rasulullah SAW sebelum kenabiannya dan sebelum hijrah, jawaban pastinya tidak dapat diketahui. Sebab, beliau telah mengerjakannya berkali-kali sejak saat itu. “Rasulullah SAW berhaji dan berumrah berkali-kali sebelum kenabian dan sebelum hijrah. Jumlahnya tidak diketahui,” tulis buku Intisari Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibnu Hazm al-Andalusi. Namun, berbeda setelah memasuki masa kenabian dan hijrah Rasulullah SAW. Beliau telah melaksanakan ibadah haji satu kali. Haji inilah yang dikenal dengan nama haji wada’ atau haji terakhir. Sem...

Inilah 3 macam Haji yang Perlu dipahami

Gambar
  Inilah 3 macam Haji yang Perlu dipahami 3 Macam haji dan perbedaanya –  Taukah kamu bahwa ada beberapa macam haji. Yaitu, haji Ifrad, Haji Qiran, Haji Tamattu. Tiga macam haji itu perbedaanya terletak pada waktu pelaksanaan haji dan  umrah, supaya lebih jelasnya yuk simak penjelasan berikut ini. 1. Haji Ifrad Ifrad artinya menyendirikan . Jika memilih melaksanakan ifrad, maka seorang jemaah haji melaksanakan ibahdah haji saja dan tidak melakukan ibadah umrah. Mereka yang melaksanakan ifrad tidak dikenakan dam atau denda. Cara Pelaksanaan Haji Ifrad:  Melaksanakan ibadah haji saja (tanpa melakukan umroh) Melakukan ibadah haji terlebih dahulu, lalu melaksanakan umrah setelah selesai haji. Ada pula dua cara lain melakukan Haji Ifrad, yaitu: Melakukan umrah diluar bulan-bulan haji Umrah dilaukan pada bulan haji, kemudian kembali ke rumah, baru pergi lagi berhaji pada bulan haji ditahun yang sama. Umrah pelaksanaanya adalah, ihram dari moqat untuk melaksanakan ...